Sebelum dan Pelaksanaan Proses Editing

July 3, 2009

Sebelum melakukan proses editing, seorang editor harus memahami ide dari keseluruhan cerita yang akan disajikan,

– Tema dasar cerita
– Plot/alur ceritanya (perkembangan cerita dari awal sampai akhir)
– Apa yang kita harapkan dari penonton untuk ikut merasakan dan mengalaminya
– Memilih apa yang penting dan membuang apa yang tidak penting dalam konteks keseluruhan cerita.
– Apa pesan utama dari program yang akan kita sajikan

Syarat utama dalam editing adalah kesinambungan gambar dan suara sekaligus. Harus diperhatikan pula kesinambungan irama dari adegan, hubungan antara shot yang satu dengan shot berikutnya, dengan bermacam variasi komposisinya. Penonton diharapkan mampu menangkap hubungan bermacam-macam shot, scene dan sequence, memahami loncatan-loncatan waktu dan ruang yang terjadi dalam keseluruhan cerita.

POST PRODUCTION EDITING

Post production editing, adalah suatu proses editing dimana adegan-adegan yang telah direkam lebih dahulu pada pita video (original) dipilih dan disusun ke dalam satu pita video lain sebagai master program. Untuk editing kita butuhkan paling tidak 2 buah Video Cassette Recorder, 1 VCR sebagai PLAYER untuk memutar hasil rekaman (original tape), 1 VCR yang lain sebagai RECORDER untuk merekam hasil editing atau master tape, dan 2 buah televisi monitor untuk melihat gambar yang kita pilih untuk diedit (bahan) atau yang telah kita edit (master). Untuk pengisian suara announcer, musik atau dubbing tentu saja kita masih harus melengkapi dengan peralatan sound.

Pelaksanaan Editing
1. Workprint dengan Time Code
Membuat workprint atau copy dari pita original (dengan menyertakan display nomor time code) ke kaset yang lain. Workprint ini digunakan untuk cataloging (logging – pencatatan) dan membuat rough cut (potongan kasar) apabila dibutuhkan tanpa resiko merusak original tape.

2. Logging, Transcript dan Scoring
Melihat semua hasil shot yang telah direkam dan mencatat didalam log sheet.
– mencatat nomor time code
– memberi nomor urut shot atau take
– mencatat nomor shot atau scene dengan shooting script
– panjangnya shot (menit:detik:frame)
– jenis framing, komposisi, camera movement
– deskripsi adegan

Transcript
Membuat transkripsi dialog atau wawancara

Scoring, memilih shot-shot yang paling baik, biasanya kita beri tanda “GOOD” atau “OK”, memberi catatan pada shot-shot alternatif, kemudian mencocokkannya dengan shooting script, memberi tanda pada dialog atau wawancara yang akan dipergunakan.
Hasil logging dan scoring ini kita pergunakan sebagai bahan untuk menyusun editing script

Catalog Sheet
Program :
Judul :
Lokasi :
Tanggal :
Halaman :

PITA NOMOR TIME CODE SCENE/SHOT TAKE DESKRIPSI SHOT CATATAN
VIDEO AUDIO
3. Editing Off-Line
Editing off-line bisa dilakukan dengan 2 cara :

Editing Off-Line on Paper
Editing off-line yang paling sederhana adalah dengan editing on paper, dimana kita menuliskan shot demi shot yang telah dipilih ke dalam satu scene, lengkap dengan nomor-nomor time codenya baik sebagai titik in (shot mulai) maupun titik out (shot berakhir).

Editing Off-Line on Tape
Editing off-line cukup dengan mempergunakan 2 buah alat Video Cassette Recorder yang sederhana, yang dilengkapi dengan tombol jog/shuttle untuk melihat gambar frame demi frame. Dengan bahan workprint, log sheet, shooting list atau shooting script kita bisa menyusun (potongan shot-shot kasar) tanpa special effects, title maupun grafik. Hasil dari potongan kasar ini kita namakan “rough cut”. Dari rough cut ini kita bisa mencatat rangkaian shot kasar tadi dengan disertai angka-angka time code ke dalam editing script. Pada editing script ini harus dituliskan juga special effects yang diperlukan.

EDITING SCRIPT
PROGRAM :
TITLE :
HALAMAN :
EDIT NO TIME CODE TRANS VIDEO AUDIO DURASI

4. Editing On-Line, Fine Cut
A/B Roll
Disini pita master editing disusun sebagai suatu master program yang akan disiarkan. Untuk menyusun editing on-line atau fine cut kita gunakan editing script. Dengan peralatan editing control kita masukkan data-data editing script ke dalam Edit Decision List (EDL) lengkap dengan berbagai special effectsnya ke dalam komputer.
Peralatan yang dibutuhkan didalam editing on-line, adalah 3 Video Cassette Recorder, 2 TV monitor, dan audio unit, editing control unit, special effects generator atau DVE (Digital Video Effects), dan character generator.

5. Mixing
Sekarang pita master program sudah selesai, kita lakukan proses mixing, dengan mencampurkan berbagai macam jenis audio yang mendukung program tersebut, seperti original sound (suara asli, sound effects, narasi, ilustrasi musik, dll).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: