wartawan Harus Terampil Berbicara

July 2, 2009

wawancara

wawancara


Wartawan harus terampil bicara
Kemampuan atau keterampilan berbicara juga menjadi syarat penting bagi wartawan, khususnya wartawan media elektronik yakni radio dan televisi. Penyiar radio, reporter dan presenter di TV, haruslah terampil berbicara. Tanpa itu, ia laksana patung atau badut yang bakal ditertawakan penontonnya. Tanpa memiliki keterampilan berbicara, seseorang tidak akan mungkin bisa lolos dalam seleksi penerimaan calon-calon penyiar radio atau calon reporter baru televisi. Pada tahap audisi, memang keterampilan bericaralah yang menjadi tolok ukurnya dan paling menentukan. Biarpun performan dan gayanya oke, tetapi seringkali gagal lantaran bicaranya tidak lancar. Selain gagap, juga tidak fasih mengucapkan kata-kata serta tidak mengerti jeda dan intonasi.
Terkadang di televisi maupun radio, masih tampak dan terdengar penyiar melaporkan berita terbata-bata.ia menyampaikannya tergesa-gesa, seolah tidak ada jeda, intonasi dan bahkan irama. Ada juga yang menyampaikan secara gugup sehingga banyak kata atau kalimat yang dinyatakannya berulang-ulang dan diucapkan secara salah. Apalagi jika ada kata asing, ia cenderung salah melafalkannya. Akibatnya, para pemirsa atau pendengar kurang mengerti apa sesungguhnya yang disampaikannya itu. Alhasil, informasi atau berita yang dilaporkannya itu tidak dipahami.Kondisi itu jelas menunjukkan bahwa wartawan atau penyiar berita tersebut kurang terampil berbicara.Sebetulnya dia dalam kapasitas yang kurang layak sebagai wartawan audio-visual. Ia harus sadar dan segera memperbaiki diri terutama agar mapu berbicara, apalagi bbila harus tampil d depan sorotan lampu kamera.
Wartawan media cetak juga perlu memiliki keterampilan berbicara. Meskipun tugas utamanya menulis berita, tetapi dalam proses peliputan dilapangan juga perlu erbicara, Mewawancarai sumber-sumber berita, mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, atau menanyai para pelaku dan korban tindak kriminal, misalnya adalah juga perlu mahir kemahiran berbicara. Ini menjadi modal dasar bagi wartawan saat wawancara ataupun melaporkan berita
Reference from the journalist by Zaenuddin
Putrid dwi f

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: