Menulis skenario dasar

April 27, 2009

2
Mulai menulis lah
Oleh : putri dwi febriana
Ketika membaca judul itu, pasti pertanyaan pertama adalah : ya iyalah pasti menulis. Tapi bagimana memulainya?Apakah mudah? Hal ini juga pernah terjadi ketika saya memakai judul yang sama ketika berbicara soal dunia tulis.menulis (cerpen, novel). Tapi kalau memang ingin menjadi penulis skenario, ya tulislah skenario itu.Pengantar Makalah .Menulis skenario merupakan sebuah profesi yang cukup menjanjikan. Layaknya profesi yang lain, menulis skenario juga.dituntut memiliki keahlian. Selain itu tentu saja kedisplinan, kemauan dan kesempatan. Tapi buat saya, tetap dan lagilagi,.dalam hal apa pun, kemauan adalah kata kunci yang paling utama. Karena tanpa kemauan, keahlian, kedisiplinan.dan kesempatan yang didapatkan, pasti akan menjadi sia-sia.
“Tidak ada profesi apa pun yang bisa membuat kamu kaya, tapi kamulah yang berbuat melalui profesi itu untuk menjadi kaya.Itu artinya, khususnya buat saya, kemauanlah yang paling utama dalam segala bidang (dengan tujuan apa pun tentang
tujuan ini, masing-masing dari kita silakan menyikapinya sendiri). Karena dari kemauan, akan muncul kedisplinan, dari kedisplinan akan menjadi keahlian, dan bila sudah memiliki keahlian, maka Insya Allah, kesempatan itu pun ada.
Lalu yang paling sering kali terdengar, kesempatan itu susah sekali datangnya, dan kalau pun datang, dia tidak pernah dua kali datang. Jadi ketika kesempatan itu datang, langsung “disergap”. Benar, hal itu sangat benar. Tetapi bagaimana dengan pernyataan ini : “kesempatan itu tidak akan pernah datang dan tidak datang dua kali bila kita menunggu, tapi dia akan datang berkali-kali bila kita mengejarnya.
Pointnya : tetap KEMAUAN.
Isi Materi
Sekarang mari kita masuk pada materi pembicaraan kita yang tentunya semua ini disajikan untuk para pemula yang ingin belajar menulis skenario. Bagi yang sudah “ahli” atau “terbiasa”, jangan segan-segan untuk memberikan ilmunya di sini.
Begitu banyaknya buku panduan untuk menulis skenario, yang merupakan sebuah bentuk bacaan renyah dan bergizi.Sangat menyenangkan membacanya. Buku-buku semacam itu bisa menjadi amunisi dalam benak kita paling tidak kelak akan membangkitkan alam bawah sadar kita.Lalu ada yang bilang, “kok setelah saya membaca buku-buku semacam itu tetap tidak bisa menulis skenario”.
Pertanyaannya, sudah mencobakah ? Kalau pun sudah, sudah berkali-kalikah ? Kalaupun sudah berkali -kali, patah semangatkah ? Kalau tidak patah semangat, terus mencoba lagikah ? Pertanyaan ini akan menjadi sangat panjang,yang intinya tetap : MENULISLAH.
Pada dasarnya, membuat skenario tidak jauh berbeda dengan menulis cerpen, novelet maupun novel. Sama-sama memiliki sebuah bahan dasar, yaitu : Ide atau gagasan atau bolehlah kita katakan “premis”. Ide atau gagasan sebuah cerita menjadi sebuah dasar atau jiwa dari cerita itu sendiri. Yang membedakan antara skenario dan bentuk tulisan lainnya, hanyalah dari struktur dan tetek bengeknya saja. Sebuah cerita yang bagus, tanpa premis yang kuat akan terasa hambar. Premis dalam sebuah skenario biasanya lebih difokuskan pada tokoh utama. Premis kadang dianggap pula sebagai sebuah KONSEP, konsep sentral atau ide cerita dalam penulisan skenario.

by : putri dwi f

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: