tugas dan tanggung jawab editor

July 3, 2009

Seperti yang telah kita ketahui produksi televisi adalah suatu proses kreatif yang melibatkan koordinasi banyak orang dari berbagai divisi yang berbeda, demikian juga editing mempunyai kaitan erat dengan materi atau output pekerjaan banyak orang dari berbagai divisi selama proses produksi, mulai dari

1. ketersedian stock shot yang cukup dan baik dari juru kamera, sesuai dengan kebutuhan sebuah program,
2. content program yang menarik dari penulis naskah atau tim kreatif,
3. voice over yang sesuai dan,
4. waktu yang disediakan untuk menyelesaikan sebuah program,

itu semua akan sangat mempengaruhi hasil akhir dari sebuah proses editing, tetapi ibarat makanan, bahan-bahan mentah yang baik itu tidak akan menjadi makanan yang enak ditangan koki yang tidak handal, hidangan terasa hambar rasanya, bahkan lebih parahnya lagi hidangan itu gagal untuk disajikan, dan apabila itu terjadi dapat dibayangkan kerja keras dari semua crew yang terlibat mulai dari pra produksi sampai dengan proses produksi serta anggaran biaya yang telah dihabiskan akan terbuang sia-sia.

Dari deskripsi diatas bisa terungkap tugas dan tanggung jawab editor begitu penting dan berat, karena pada tahap pasca produksi inilah tempat bermuaranya semua materi hasil pekerjaan dari banyak orang didivisi yang berbeda diramu menjadi sebuah program yang utuh dan jelas lalu menyajikannya menjadi tayangan yang menarik dan enak ditonton, Dan karena itulah dibutuhkan sumber daya–sumber daya manusia yang memiliki mental dan pribadi yang kuat untuk dapat bekerja sebagai editor di stasiun tv,

 sanggup bekerja dibawah tekanan yang besar,
 dapat bekerja dengan banyak orang dari berbagai divisi serta,
 mampu mengambil keputusan-keputusan penting dalam pekerjaan terutama untuk program-program dengan deadline waktu yang sempit.

Pengetahuan tentang hardware dan software editing mutlak dimiliki sebagai salah satu persyaratan utama menjadi seorang editor, karena tanpa pengetahuan yang cukup tentu saja seorang editor tidak akan dapat melakukan proses editing dengan baik, walaupun kendalanya adalah sampai saat ini belum ada standarisasi pemakaian hardware dan software editing yang digunakan di setiap stasiun tv ataupun rumah-rumah produksi, dan ini tentu saja sering menyulitkan seorang editor yang baru pindah dari tempat lamanya bekerja, mereka membutuhkan waktu beradaptasi dalam pemakaian hardware dan software yang berbeda untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan menguasai hardware dan software editing apakah seseorang sudah dapat dikatakan menjadi seorang editor ?, tentu saja belum, yang tidak kalah penting dan sering dilupakan orang adalah seorang editor juga harus memiliki pemahaman tentang sinematography

reference : pak Ronald(dasar produksi)
by putri dwi f

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: